Dewan Pemuda PAS Negeri Kelantan menuntut agar Perdana Menteri, Datuk Seri Najib Tun Razak menarik balik keputusan pusat membayar wang ihsan kepada karajaan negeri itu.
Sebaliknya Najib tegas mereka harus membuat pengumuman baru bahawa Kerajaan Persekutuan akan membayar wang royalti seperti yang telah termaktub dalam Akta Pembangunan Petroleum 1974.
Pemuda Kelantan turut menuntut agar Najib membuat permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh rakyat Kelantan di atas tindakan kerajaan merampas royalti rakyat negeri itu.
Tiga tuntutan tersebut dibuat dalam satu penyerahan memorandum kepada Menteri di Jabatan Perdana Menteri, Datuk Seri Mohamed Nazri Abdul Aziz di bangunan parlimen tengahari tadi.
Ketua Pemuda Kelantan, Abdul Latif Abdul Rahman (gambar) dalam satu sidang media di lobi parlimen selepas penyerahan tersebut berkata, penyerahan memorandum berkenaan bagi menunjukkan kesungguhan mereka mewakili rakyat Kelantan menuntut agar kerajaan memberikan royalti, bukannya wang ihsan seperti yang diumumkan.
"Kami dari Dewan Pemuda PAS Kelantan hari ini dapat menyerahkan memorandum kepada Datuk Seri Nazri Aziz, dan memorandum ini kami tujukan kepada Perdana Menteri sebagai usaha kami untuk menuntut supaya Kerajaan Pusat melalui Petronas mengkaji balik keputusan untuk memberi wang ihsan kepada rakyat Kelantan serta syarat tiga batu nautika plantar minyak dari pesisir pantai untuk melayakkan negeri pengeluar mendapat royalti,". katanya.
Salahuddin Ayub (PAS-Kubang Kerian) dalam satu sidang media yang sama berkata, ahli Parlimen Pakatan Rakyat khususnya dari Kelantan akan menanti penjelasan yang terperinci daripada Menteri di Jabatan Perdana Menteri, Tan Sri Datuk Nor Ya'kob.
Nor Ya'kob sewaktu sesi perbahasan di peringkat dasar enggan menjawab walaupun sepatah berkenaan isu ini.
"Kami ahli-ahli parlimen Pakatan Rakyat khususnya dari Kelantan akan meneruskan perjuangan ini di parlimen dan kami berjanji dalam sesi perbahasan bajet di peringkat jawatankuasa kita akan terus membahaskan isu royalti ini.Bagi kami kerajaan pusat seharusnya akur kepada perlembagaan negara dan mengikuti dengan serius apa-apa perkara yang terkandung dalam akta 144,"
Menurutnya juga, ahli parlimen dari Kelantan dan kerajaan negeri sendiri bersedia membuka pintu rundingan berkenaan pemberian royalti ini dengan Kerajaan Pusat
"Atas nama pemberian royalti kami sedia pada bila-bila masa membuka pintu rundingan dengan kerajaan pusat," Ujarnya.
Sementara itu, Datuk Mahfuz Omar (PAS-Pokok Sena) kesal dengan jawapan Nazri yang meminta mereka merujuk perkara itu ke mahkamah yang disifatkan sebagai angkuh.
Ujarnya, jawapan Nazri itu menunjukkan Kerajaan Pusat tidak menghormati perjanjian di antara Petronas dan negeri pengeluar petroleum bahawa tiap-tiap negeri akan menerima lima peratus daripada nilai petroleum yang dijumpai atau diperoleh dalam kawasan atau di luar perairan negeri tersebut.
Nazri sewaktu menerima penyerahan memorandum itu meminta kerajaan Kelantan menyerahkan kepada mahkamah untuk memutuskan samaada Kelantan berhak mendapat royalti atau pun tidak.
"Saya nak meluahkan rasa kecewa saya terhadap respon yang diberikan Datuk Nazri tadi kepada kami.Bagi saya respon yang diberikan kerajaan seperti yang disebut oleh beliau (adalah) satu benda yang tidak sihat kepada konsep federalisme dalam negara kita.Ini akan memberi kesan buruk kepada pertumbuhan ekonomi dalam negara kita.
Kerajaan akan dilihat begitu angkuh apabila sudah jelas mengenai pemberian royalti itu dari sudut akta dan perjanjian kerajaan negeri dengan Petronas," katanya.
Turut bersama dalam sidang media tersebut ialah Dr. Hatta Ramli (PAS-Kuala Krai), Khalid Samad (PAS-Shah Alam), Firdaus Jaafar (PAS-Jerai) dan Ketua Penerangan PAS Kelantan Ustaz Baihaqi Atiqullah yang juga Adun Pasir Tumboh. Hrkh
2009 Nov 13
Royalti: Najib digesa mohon maaf, tarik balik keputusan beri wang ihsan
Langgan:
Catat Ulasan (Atom)
Hancur...Hancur..... Hancur Yahudi.....
ANTARA YANG WAJIB KITA LAKUKAN
Kita Mampu Melakukannya Insyaallah
Wahai Ummat Islam ! Marilah kita lakukan apa sahaja yang mampu kita lakukan demi saudara seagama dan seaqidah yang kini sedang dizalimi , dikepong dan diletupkan oleh Yahudi Alaihilaknatullah .
Mudah-mudahan kita tidak termasuk dalam golongan yang membiayai Yahudi untuk membunuh Ummat Islam di Palestine .

BOYCOTT ISRAEL CAMPAIGN
SENARAI BARANGAN YANG PERLU DIBOIKOT (SILA KLIK)
TAJUK SEBELUM....
-
▼
2009
(1429)
-
►
12/27 - 01/03
(14)
- Gus Dur meninggal Dunia
- KETUA PEMUDA UMNO TERENGGANU DAPAT PROJEK RM300JUT...
- Dr.Rosli & Nor Ilyani: Nikah Di Selatan Thailand
- Jangan Guna RM5 juta ‘Dana Rempit’ Untuk Kempen Um...
- Nik Aziz sahkan dua setiausaha berundur
- JHEAIK sahkan perkahwinan kedua Sultan Kelantan
- Silakan Saman RM100 juta - Dr Mohd. Asri
- Wanita dakwa sudah 2 tahun jadi Isteri kedua Sulta...
- Demostrasi Bantahan Menyekat Rombongan Bantuan “Pa...
- Demontrasi Ahli PAS ‘Palsu’ : Pemuda Selangor Buat...
- Model Sambilan, Kartika jumpa Tok Guru
- Perhimpunan mendesak PAS Selangor keluar Pakatan R...
- MB Terengganu Beri Jawapan Tak Betul !
- Konvensyen Kepimpinan Pemuda Terengganu 2009 (KOMI...
-
►
12/20 - 12/27
(24)
- Esok, 10 Muharram-banyak kelebihannya.
- Cepatnya siasat...
- 10 Maut, Bas Sani terbabas
- Edar Risalah, Dua Anggota AMK Ditahan
- Ulang Tahun ke 5 Tsunami
- Enjin jet hilang dosa kepada rakyat - Nik Aziz
- Sidang Akhbar GEGAR mengenai Royalti
- Mertua Noordin Mat Top ditangkap
- Nik Amalina diminta berhenti menulis blog
- Bumi Besut, Bumi Ulul Albab? ~(2)
- Keberanian Ahmad Said Akan Selamatkan Negara
- Tiga kereta Perdana V6 Kerajaan Terengganu hilang
- Bumi Besut, Bumi Ulul Albab?~ (1)
- Isu Qazaf: Sheikh Yusuf Al-Qaradawi bela Anwar
- ADUN BN SLIM RIVER BIADAB & INGKAR PERKENAN TUANKU...
- EXCO Trg: “Bangunan runtuh Satu Rahmat Untuk Rakya...
- Enjin Hilang-PAS Mahu Najib Letak Jawatan
- Sidang akhbar Rosmah terencat dengan soalan ‘cepum...
- Bajet mengalahkan Selangor, taraf hidup rakyat mel...
- Gambar Istana untuk Pak Lah berjumlah RM 12 juta.....
- RUNTUH - Pejabat Agama Besut Menunggu Giliran...
- Hadi: Penubuhan Pakatan telah dipersetujui bersama...
- Perhentian bas pula runtuh - Terengganu
- Blogger jangan syok sebar fitnah-Presiden PAS
-
►
12/13 - 12/20
(28)
- Bebaskan Ahmad Ismail dedah tembelang 1 Malaysia
- Ucapan Tuan Guru Abdul Hadi Awang - Konvensyen Per...
- Konvensyen lulus Dasar Pakatan Rakyat
- Ucapan DSAI di Konvensyen Pakatan Rakyat
- Gambar Konvensyen Pakatan Rakyat
- Ribuan di Konvensyen Pakatan Rakyat
- Gambar Pemimpin Pakatan Rakyat yang hadir
- Suasana pagi Konvensyen PR di MBSA
- Edar Risalah Memorandum Di Masjid Negeri Shah Alam...
- Persidangan Pakatan Rakyat Tempa Sejarah Baru Poli...
- 9.45 PM: Polis telah mengambil alih Dewan MBPJ Tam...
- 7.00 pm: Polis sedang mengepung Dewan MBPJ Taman S...
- ► 12/06 - 12/13 (17)
- ► 11/29 - 12/06 (26)
- ► 11/22 - 11/29 (24)
- ► 11/15 - 11/22 (25)
-
▼
11/08 - 11/15
(36)
- Bala Dedah Ditawar RM5 Juta
- Bai'ah Supaya Tidak khianat Kepada Perjuangan Isla...
- Kota Seputeh, Mahkamah Putuskan Isnin
- Bai'ah talak: Bukan rasmi dari PAS
- Tok Guru Nik Aziz batal hasrat ke Mekah
- Royalti: Najib digesa mohon maaf, tarik balik kepu...
- Muhyiddin Arah ADUN Kota Siputeh Hadir Sidang DUN ...
- PAS dedah hasil siasatan 'bai'ah talak' esok
- Mayat Teoh Digali
- Pemuda PAS dan Dr. Aziz Bari adakan pertemuan susu...
- Syarikat Milik Pemimpin Umno Tipu 3436 Pembeli Rum...
- Dedah tiga dokumen OSA untuk siasatan
- Akuan Bersumpah Bekas Pengarah BPR
- BPR: Tuduhan Anwar Sorok RM3 bilion Tidak Berasas
- ISTERI DATUK KJ KEMBALI KE RAHMATULLAH
- SULTAN TIADA KUASA MEMECAT NIZAR
- Akur Kehendak Parti? - Zulkifli Noordin
- YDP PAS Besut : Gempa Bumi Yang Menakutkan...
- Kes VK Lingam: Saksi datang sendiri ke Parlimen
- Kedudukan Badrul Dalam Dewan Negeri Selangor Diuba...
- Pembangunan Yang Merugikan Rakyat - SPRM dikehenda...
- Asri sedia sertai politik jika dihalang ceramah......
- Seminar Memperkasakan PAS; Liputan akhbar Cina
- Polis mempunyai foto Najib bersama Altantuya
- Bai'ah Terapkan Disiplin, Elak Pemimpin Salah Guna...
- Royalti: Nik Aziz akan hantar surat kedua kepada N...
- Tahniah kepada Prof Aziz Bari
- Umno pengkhianat Besar | TGHH
- Pendaftaran Pakatan Rakyat Selari Hasrat Rakyat Ma...
- ADUN Pelabuhan Klang didesak letak jawatan
- Dakwaan Palsu Penulis Blog
- Jika Benar Kajian Dr Abu Hasan...
- Jangan Tebuk Kapal Kalau Tak Setuju Dengan Kapten
- SIDANG MEDIA TUAN GURU PRESIDEN
- Surat Bukti UMNO bapak Rasuah
- Berakhirnya Sebuah Kemelut
- ► 11/01 - 11/08 (40)
- ► 10/25 - 11/01 (29)
- ► 10/18 - 10/25 (22)
- ► 10/11 - 10/18 (18)
- ► 10/04 - 10/11 (29)
- ► 09/27 - 10/04 (16)
- ► 09/20 - 09/27 (21)
- ► 09/13 - 09/20 (21)
- ► 09/06 - 09/13 (22)
- ► 08/30 - 09/06 (32)
- ► 08/23 - 08/30 (26)
- ► 08/16 - 08/23 (22)
- ► 08/09 - 08/16 (26)
- ► 08/02 - 08/09 (17)
- ► 07/26 - 08/02 (16)
- ► 07/19 - 07/26 (22)
- ► 07/12 - 07/19 (38)
- ► 07/05 - 07/12 (27)
- ► 06/28 - 07/05 (19)
- ► 06/21 - 06/28 (23)
- ► 06/14 - 06/21 (21)
- ► 06/07 - 06/14 (23)
- ► 05/31 - 06/07 (32)
- ► 05/24 - 05/31 (31)
- ► 05/17 - 05/24 (33)
- ► 05/10 - 05/17 (34)
- ► 05/03 - 05/10 (33)
- ► 04/26 - 05/03 (29)
- ► 04/19 - 04/26 (40)
- ► 04/12 - 04/19 (38)
- ► 04/05 - 04/12 (72)
- ► 03/29 - 04/05 (43)
- ► 03/22 - 03/29 (50)
- ► 03/15 - 03/22 (33)
- ► 03/08 - 03/15 (29)
- ► 03/01 - 03/08 (35)
- ► 02/22 - 03/01 (23)
- ► 02/15 - 02/22 (17)
- ► 02/08 - 02/15 (40)
- ► 02/01 - 02/08 (37)
- ► 01/25 - 02/01 (22)
- ► 01/18 - 01/25 (15)
- ► 01/11 - 01/18 (11)
- ► 01/04 - 01/11 (8)
-
►
12/27 - 01/03
(14)
-
►
2008
(538)
- ► 12/28 - 01/04 (10)
- ► 12/21 - 12/28 (9)
- ► 12/14 - 12/21 (16)
- ► 12/07 - 12/14 (16)
- ► 11/30 - 12/07 (24)
- ► 11/23 - 11/30 (24)
- ► 11/16 - 11/23 (17)
- ► 11/09 - 11/16 (21)
- ► 11/02 - 11/09 (37)
- ► 10/26 - 11/02 (24)
- ► 10/19 - 10/26 (28)
- ► 10/12 - 10/19 (30)
- ► 10/05 - 10/12 (44)
- ► 09/28 - 10/05 (24)
- ► 09/21 - 09/28 (30)
- ► 09/14 - 09/21 (39)
- ► 09/07 - 09/14 (41)
- ► 08/31 - 09/07 (15)
- ► 08/24 - 08/31 (19)
- ► 08/17 - 08/24 (4)
- ► 08/03 - 08/10 (22)
- ► 07/27 - 08/03 (37)
- ► 07/20 - 07/27 (5)
- ► 07/06 - 07/13 (1)
- ► 05/18 - 05/25 (1)
Usrah
1. Apa Ertinya Saya Menganut Agama Islam ? - Karangan: Fathi Yakan
Bahagian Pertama:
Bahagian Kedua:








0 comments:
Catat Ulasan